Jumat, 16 Maret 2012

Ibu Paling Kejam di Dunia


Seorang anak laki-laki merasa memiliki ibu paling kejam di dunia.

Sementara anak-anak lain makan permen dan cokelat untuk sarapan, ia harus terjebak bersama sereal, telur dan roti panggang. Ketika anak-anak lain punya cokelat dan permen untuk makan siang, ia harus rela makan sayur-sayuran. Dan tentu saja, makan malamnya juga berbeda dari anak-anak lain.

Tapi setidaknya, ia tidak sendirian dalam penderitaan itu. Tiga saudaranya yang lain juga memiliki ibu yang sama.

Sang ibu bersikeras harus tahu dimana mereka setiap saat. Ia harus tahu siapa teman-teman mereka dan kemana mereka akan pergi. Ibu benar-benar akan memukul mereka jika mereka pulang terlambat walau satu menit saja.

Dapatkah Anda membayangkan seorang ibu benar-benar memukul anaknya hanya karena anaknya tidak taat?

Ia harus memakai pakaian bersih dan mandi ketika anak-anak lain selalu memakai pakaian kesukaan mereka, tak peduli berhari-hari. Bahkan ia harus dihina karena sang ibu menjahit sendiri pakaian untuk anak-anaknya, hanya untuk menyimpan uang.

Apakah ia harus memiliki seorang ibu yang membuat mereka merasa berbeda dari teman-temannya?

Yang terburuk, ia sudah harus berada di tempat tidur pada pukul sembilan setiap malam. Dan pada pukul delapan pagi berikutnya, ia tidak bisa terus tidur sampai tengah hari seperti teman-temannya.

Ibu pun membuat ia dan saudara-saudaranya bekerja. Mereka harus mencuci piring, merapikan tempat tidur, belajar memasak dan segala macam hal yang kejam.

Pada saat ia berusia belasan, keadaan bahkan menjadi semakin tak tertahankan. Ketika ia menghabiskan malam dengan teman, ibu harus mengecek setiap lima menit. Dan ketika ia mendapat nilai rendah di sekolah, ia harus menerima ceramah panjang dari ibu.

Sampai akhirnya anak-anak itu lulus dari SMA. Ibu tetap dibelakang mereka, banyak bicara dan menuntut rasa hormat. Tidak satupun dari mereka diizinkan untuk bersenang-senang.

Namun hasilnya, tak satupun dari ia dan tiga saudaranya yang tidak sukses. Masing-masing dari mereka akhirnya menjabat sebagi pejabat yang melayani negara. Siapa dibalik kesuksesan mereka? Benar, sang ibu.

Mereka tidak pernah terlibat kasus buruk seperti yang dilakukan teman-temannya. Karena ibu mengajari untuk tumbuh menjadi pribadi yang takut pada Tuhan, berpendidikan, disiplin dan jujur.

Anak lelaki yang dulu merasa memiliki ibu terkejam di dunia itu kini berdiri penuh kebanggaan, mengajarkan hal yang sama pada dua anaknya. Dan ia berterima kasih pada Tuhan, karena telah memberinya ibu paling kejam di seluruh dunia.

Kesuksesan butuh disiplin, usaha dan komitmen kuat.

Anda mungkin pernah sukses tanpa harus melewati masa-masa sulit, namun sukses tanpa kehormatan seperti hidangan tanpa bumbu; membuat Anda kenyang, tapi rasanya tidak enak (Success without honor is an unseasoned dish; it will satisfy your hunger, but it won't taste good).

Seorang Teman Seharusnya Seperti Apa?


“Aku main!” Seru seorang anak lelaki. Namun ada yang tidak biasa. Anak itu berbeda.

Tiba-tiba datang seorang anak lelaki lain, Kevin namanya. “Ayo,” katanya bersemangat. Ia pun melambungkan bola kearah anak lelaki tadi.

“Ya! Aku tangkap!” serunya gembira.

“Oke, sekarang lemparkan kembali,” kata Kevin.

Anak lelaki itu melemparkan bolanya kearah Kevin. Namun bola itu dilemparkan terlalu jauh dan jatuh ke danau. Kevin menukik kedalam air dan mengambil bolanya.

“Kau tidak perlu melakukannya,” kata ibu anak itu dengan wajah tidak enak.

“Tak apa. Aku memang mau, kok,” jawab Kevin.

“Ya, ayo menyelam lagi!” Teriak anak itu. Kevin pun menukik lagi ke dalam air.

Selama setengah jam mereka asyik bermain bersama. Ketika anak itu pergi, Kevin dapat melihat jelas senyumnya yang lebar.

Kejadian itu bagi Kevin adalah biasa-biasa saja. Menurutnya, siapa pun bisa melakukannya; Ada anak ingin bermain-main, lalu ia menemaninya. Simple kan?

Anak itu merasa senang karena Kevin, dan hal itu juga membuat Kevin senang. Namun setelah itu orang-orang menatapnya dengan heran.

Seorang anak lelaki bahkan mendatanginya dan berkata, “Mengapa kau tadi bermain dengan si bodoh itu?” Tapi ia tak peduli, ia tinggalkan saja anak itu tanpa mengatakan apa-apa.

Seorang teman adalah seseorang yang mengetahui segala sesuatu tentang diri Anda, dan semua keburukan Anda, dan tetap menyukai Anda.

Persahabatan bukan tentang seseorang yang Anda kenal paling lama, tapi seseorang yang datang dan tak pernah meninggalkan Anda.

“Jika memiliki teman sejati, berarti Anda sangat kaya.” – Thomas Fuller.

Terima Kasih! - 7 Kutipan Terbaik


Terima kasih berarti rasa syukur, menghitung berkat-berkat Anda, melihat bahagia secara sederhana, dan bersyukur atas segala sesuatu yang Anda terima.

Terima kasih berarti belajar untuk menjalani hidup seolah-olah segala sesuatu adalah keajaiban. Selain itu, terima kasih membuat orang lebih bahagia dan lebih tangguh, memperkuat hubungan, meningkatkan kesehatan, dan mengurangi stres.

Ini adalah 7 kutipan terbaik tentang rasa terima kasih;

“Mengucapkan terima kasih bukan sekedar sikap yang baik, tapi spiritualitas yang baik.” - Alfred Painter.

“Jika satu-satunya doa yang Anda katakan dalam hidup Anda adalah 'terima kasih,' itu sudah cukup.” - Meister Eckhart.

“Bersyukurlah untuk apa yang Anda miliki, Anda akan merasa lebih. Jika Anda berkonsentrasi pada apa yang tidak Anda miliki, Anda tidak akan pernah merasa cukup.” - Oprah Winfrey.

“Berbahagialah mereka yang dapat memberi tanpa mengingat dan menerima tanpa melupakan.”

“Mari kita bangkit dan bersyukur. Karena ketika kita tidak belajar banyak hari ini, setidaknya kita telah belajar sedikit. Dan ketika kita tidak belajar sedikit, setidaknya kita tidak sakit. Dan ketika kita sakit, setidaknya kita tidak mati. Maka, bersyukurlah.” – Buddha.

“Biasakan untuk mengatakan terima kasih pada orang lain. Untuk mengekspresikan apresiasi Anda, dengan tulus dan tanpa harapan imbalan apa pun. Anda akan menemukan bahwa Anda memiliki lebih dari itu.” - Ralph Marston.

“Tidak ada orang yang mencapai sukses tanpa bantuan orang lain. Orang bijak dan percaya diri mengakui hal ini dengan rasa syukur.” - Alfred North Whitehead.

Tuhan memberi Anda hadiah 86.400 detik hari ini. Apakah Anda sudah menggunakan paling tidak satu detik-nya untuk mengucapkan ‘terima kasih’?

Belajar dari Kesalahan


Sudah berapa kali Anda melakukan kesalahan? Apakah Anda kemudian menganggapnya sebagai suatu ketidakmampuan Anda, hambatan mencapai tujuan, bahkan sampai menyesalinya? Jika jawabannya adalah iya, berarti Andalah kesalahan itu.

Beberapa kutipan tentang kesalahan berikut, mungkin akan sedikit menyentuh Anda;
“Orang yang tidak membuat kesalahan biasanya tidak membuat apa-apa.” ~ Edward Phelps.
“Membuat kesalahan yang berbeda setiap hari tidak hanya bisa diterima, tapi itu adalah definisi kemajuan.” ~ Robert Brault.
“Siapapun yang belum pernah melakukan kesalahan tidak pernah mencoba sesuatu yang baru.” ~Albert Einstein.
“Satu-satunya manusia yang tidak pernah membuat kesalahan adalah orang yang tidak pernah melakukan apa-apa.” ~Theodore Roosevelt.

Dan tahukah Anda, berapa kali seorang Thomas Alfa Edison, si penemu bola lampu, melakukan percobaan dan gagal? Ia telah mencoba dua ribu bahan yang berbeda dalam mencari filamen untuk bola lampu.

Ketika asistennya mengeluh, “Semua pekerjaan ini sia-sia. Kita tidak belajar apa pun,” Edison menjawab dengan sangat yakin,

“Oh, kita sudah bekerja sejauh ini dan sekarang kita tahu bahwa ada dua ribu elemen yang tidak dapat kita gunakan untuk membuat bola lampu yang baik.” Dan Edison meneruskan percobaan dengan tidak mengulangi memakai elemen yang sama seperti dua ribu elemen itu.

Belajarlah dari kesalahan Anda sendiri maupun kesalahan orang lain.

Dan Anda tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama. Karena ketika Anda mengulangi kesalahan yang sama, maka itu bukan lagi sebuah kesalahan, tapi pilihan. Anda yang menentukan, tentu saja.

OUROBOROS, Simbol Keabadian Yang Mendunia

Ouroboros adalah istilah yunani untuk lambang ular yang menelan ekornya sendiri, mula-mula di kenal di Mesir 1600 SM. Kata Ouroboros berarti 'menelan ekor sendiri'.




Gambar idatas diambil dari buku ahli Alkemia awal, Cleopatra. Bagian Hitan mewakili Malam, Bumi, dan kekuatan Perusak di Alam alias YIN. Bagian putih mewakili Siang, Langit, Penciptaan, dan kekuatan positif alias YANG. Berdasar ilmu Alkemia, Ouroboros sering dipakai sebagai simbol penyucian...

Foto-foto selengkapnya :










Ouroboros sering dianggap sebagai lambang perputaran hidup setelah mati, takdir, atau penciptaan dan kehancuran, kalo istilah jawa ya cakra manggilingan.

Konsep ular / kadang- kadang naga, yang menelan ekor ini dikenal juga di kebudayaan skandinavia, cina, astec, inca dan maya. Sering dihubungkan
dengan ramal-meramal, dan juga sering dianggap sebagai simbol keabadian..





lambang ini dipakai para homunculus, sebagai simbol keabadian...
(setau ane homunculus di FMA gak mati2 gan, nyawanya banyak bener....)











SumberOUROBOROS, Simbol Keabadian Yang Mendunia










Senin, 12 Maret 2012

Subsidi BBM dan Keadilan




Monday, 12 March 2012
Pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Keputusan ini mudah dilihat sebagai kebijakan yang tidak populis.Namun,jika kita dapat melihatnya dengan jernih, inilah pilihan realistis di tengah meroketnya harga minyak dunia.


Kebijakan itu harus diambil untuk menjaga kesehatan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), stabilitas perekonomian nasional, dan keberlangsungan program pembangunan.Untuk kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini, marilah kita kesampingkan kepentingan kelompok atau persaingan politik.

Semua pihak harus mengedepankan kepentingan nasional. Pada periode pertama pemerintahannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga terpaksa menaikkan harga BBM akibat kenaikan harga minyak dunia.Namun kemudian, ketika situasi kondusif dan harga minyak dunia turun, Presiden SBY juga yang menurunkan harga BBM. Semua presiden Indonesia pernah menaikkan harga BBM, baru Presiden SBY yang pernah menurunkan harga BBM.

Esensi Keadilan

Suatu kebijakan publik pasti tidak bisa menyenangkan semua pihak. Apalagi, bagi pihak-pihak yang memang sejak awal tidak jernih melihat isu ini atau bersikap asal menentang kebijakan pemerintah. Membuat pilihan kebijakan merupakan tugas penting seorang pemimpin. Segala dilema dan kontroversi harus dilalui demi keyakinan mengenai apa yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Kita percaya bahwa kenaikan harga BBM merupakan keputusan yang telah dipikirkan masak-masak oleh Presiden SBY dan jajaran pemerintahannya. Konsep dasar yang harus sama-sama dipahami adalah: harga BBM naik karena subsidi dikurangi. Subsidi harus dikurangi karena meroketnya harga minyak dunia yang membuat subsidi membengkak sehingga membebani anggaran. Subsidi yang membengkak menyempitkan ruang anggaran negara untuk membiayai program pembangunan yang lain.

Oleh karena itu, untuk menjaga kesehatan APBN, stabilitas perekonomian nasional dan keberlangsungan program pembangunan, harus dipilih alokasi anggaran yang cermat. Inilah titik awal apabila kita ingin membahas kebijakan harga BBM.Bukan soal populis atau tidak, atau siapa yang diuntungkan dari kebijakan ini, tapi tentang pilihan realistis yang harus diambil. Lagi-lagi ini soal pilihan, soal alokasi sumber daya APBN yang terbatas untuk membiayai berjalannya pembangunan nasional. Mengurangi subsidi BBM berarti meminta kepada rakyat untuk membayar harga BBM mendekati harga sebenarnya.

Dengan menyadari bahwa tidak semua rakyat mampu membeli harga BBM yang mendekati harga “riil” tersebut, dan untuk melindungi kelompok miskin yang terimbas oleh efek pengganda (multiplier) naiknya harga BBM, pemerintah wajib menjalankan sejumlah kebijakan afirmatif, baik berupa bantuan tunai maupun perlindungan kesejahteraan lainnya. Sementara, bagi yang mampu, dipersilakan membayar harga BBM mendekati harga “riil” itu, sehingga anggaran yang semula untuk subsidi BBM kepada mereka, dapat digunakan bagi program pembangunan yang lain.

Sederhana, jelas dan realistis, jika kita mau melihat masalah ini secara jujur dan melepaskan agenda politik sempit masing-masing.Rakyat miskin tidak boleh diperlakukan sama dengan orang kaya dalam suatu pertarungan laissez faire capitalism. Sebaliknya, orang miskin jangan sampai terampas haknya karena anggaran negara yang dinikmati orang kaya melalui subsidi BBM. Inilah esensi keadilan dalam kebijakan harga BBM yang harus ditempatkan sebagai perspektif dalam melihat masalah ini. Jika rakyat miskin diperlakukan sama dengan orang yang mampu dan berpunya, malah itu tidak adil.

Perlindungan

Pemerintah wajib melindungi rakyatnya dengan cara memilih kebijakan yang adil di tengah terbatasnya sumber daya, dalam hal ini anggaran negara. Jika BBM dinaikkan, harus ada kebijakan afirmatif untuk melindungi rakyat miskin, baik melalui bantuan tunai, bantuan bahan makanan, asuransi kesehatan, atau beasiswa. Presiden SBY telah memerintahkan sejumlah program bantuan untuk dijalankan. Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp150.000 selama sembilan bulan dengan sasaran 18,5 juta rumah tangga atau setara 74 juta jiwa.

Program bantuan beras untuk keluarga miskin (raskin) selama 13 bulan untuk 17,5 juta rumah tangga dan tambahan satu bulan untuk 18,5 juta rumah tangga sasaran.Ada juga bantuan transportasi untuk angkutan umum. Di bidang pendidikan, ada bantuan beasiswa tambahan untuk 14 juta siswa dan anggaran untuk bantuan siswa miskin ditingkatkan dari Rp 3,8 triliun menjadi Rp 9,1 triliun. Dari segi jumlah,jumlah penerima bantuan SD naik dari 3,5 juta menjadi 9,7 juta siswa, SMP naik dari 1,29 juta menjadi 2,6 juta siswa, SMA naik dari 505 ribu menjadi 694 ribu siswa, SMK dari 617 ribu menjadi 754 ribu siswa, dan mahasiswa naik dari 80 ribu menjadi 92 ribu mahasiswa.

Program tersebut juga menjadi garis perjuangan partaipartai pendukung pemerintah. Khusus di bidang pendidikan, siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu harus dibantu dan dijamin tidak terganggu studinya.Program-program itu masih bisa dilengkapi dengan pasar murah dan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan lainnya yang berasal dari inisiatif BUMN maupun swasta. Mungkin ada yang tidak setuju dengan program bantuan seperti itu.Mungkin ada juga yang menuduh itu sebagai “suap” untuk rakyat,semacam politik uang, atau memicu rakyat jadi pengemis.

Mari kita diskusikan dengan kepala dingin, bagaimana solusi dan program yang terbaik untuk melindungi rakyat miskin.Tidak perlu kita menghabiskan energi untuk debat semantik dan peristilahan. Yang paling penting adalah apakah program-program dimaksud bermanfaat atau tidak. Saya percaya program-program itu bermanfaat dan bisa menjadi jaring pengaman sosial serta memastikan keadilan sosial tetap terjaga. Setiap kebijakan publik,sesulit dan sepahit apa pun, tidak boleh diceraikan dari komitmen untuk membela dan melindungi saudara kita yang belum beruntung.

Kalau rakyat miskin tidak dibela dan dilindungi khusus lewat kebijakan Pemerintah, maka tak ada kekuatan yang mampu melindungi mereka.Saya yakin programprogram bantuan untuk rakyat akan direspons secara positif dan didukung oleh rakyat, baik kalangan berada maupun kalangan rakyat miskin sendiri. Yang aneh adalah yang tidak setuju dengan program bantuan untuk rakyat miskin itu. Kita sudah tidak butuh kritik tanpa solusi atau sikap asal oposisi atas setiap kebijakan pemerintah.

Sepahit-pahitnya kritik, sepanjang konstruktif, adalah vitamin yang dibutuhkan untuk memperbaiki keadaan. Tentu saja, pada saat yang sama, pemerintah harus terus meningkatkan efisiensi anggaran dengan cermat.Yang bukan prioritas bisa dialihkan untuk menambah anggaran untuk rakyat miskin. Siapa tahu harga minyak dunia kembali turun. Hanya Tuhan yang tahu. Kalau dunia kembali aman dan damai, mungkin harga minyak bisa turun lagi. Jika harga minyak dunia turun, ada dua skenario yang bisa dijalankan Presiden SBY.

Pertama, bisa saja harga BBM bisa kembali diturunkan seperti periode pertama Presiden SBY. Atau, kedua, jika harga BBM tidak diturunkan, alokasi anggarannya bisa untuk menambah dan memperluas program-program khusus bantuan untuk rakyat miskin.Yang terpenting,keadilanharusmenjadi tolok ukur utama dalam kebijakan harga BBM.●

ANAS URBANINGRUM
Ketua Umum DPP Partai Demokrat

Rabu, 07 Maret 2012

Masalah Itu Manis



Artikel Lepas
7/3/2012 | 14 Rabbi al-Thanni 1433 H | Hits: 1.045Oleh: Herdiansyah


1
0digg
email
print


Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com - “Jangan katakan kepada Allah kalau kita punya masalah, tapi katakan kepada masalah kalau kita punya Allah”

Kutipan di atas saya copas dari status Facebook salah satu teman saya. Setelah membaca status itu saya langsung me-like-Nya padahal baru beberapa detik muncul di laman Facebook. Karena menurut saya kata-kata di atas sangat luar biasa. Iya, di tengah banyak dinding-dinding Facebook digunakan sebagai luapan keluh kesah, kekesalan, dsb. Yang seolah-olah menunjukkan ketidakikhlasan kita dalam menerima segala takdir ketentuan Allah Swt, teman saya ini meng-update status dengan nilai optimis.

Status teman saya di atas sangat luar biasa menurut saya, dan status seperti itulah yang semestinya kita publish ke depan facebooker mania. Karena dengan membaca status yang luar biasa itu, teman kita yang membacanya mungkin akan tercerahkan walau boleh jadi sebelum membaca status kita itu dia sedang kegundahan. Kemudian biasanya status yang luar biasa di laman Facebook akan memunculkan komen-komen luar biasa lainya. Kalau begitu bukankah pahala akan mengalir kepada si peng-update status itu? Karena dia telah mencerahkan yang sedang gundah,memberi solusi yang sedang dirundung masalah.Jika ini yang terjadi, maka satu sisi fositif laman “muka buku” ini telah dirasakan, dan kita telah menanam satu kebajikan.

Jika sebalik-Nya yang kita lakukan, yakni meng-update status-status yang berisi keluhan, emosi, cacian dan lain sebagainya. Apakah itu tidak menimbulkan satu dosa bagi kita sendiri. Karena kita sangat dilarang berkeluh kesah akan masalah atau takdir yang kita jalani. Kemudian jika ada teman yang memberikan jempol manis-nya akan status yang berisi keluh kesah itu, apakah dia tidak dikatakan melakukan sebuah keburukan karena seolah teman kita itu merasa setuju dengan apa yang kita update(keluh kesah kita).Jika itu yang terjadi berarti kita telah menanam satu keburukan bagi diri sendiri bahkan orang lain.

Jujur saya sangat tidak suka ketika membaca status-status teman saya yang berisi keluh kesah, sumpah serapah, atau cacian atas apa yang sedang mereka rasakan saat meng-update status-status mereka tersebut. Apalagi kalau saya tau mereka adalah teman-teman saya yang sama-sama telah mengenyam pendidikan pesantren yang diajarkan bagaimana sebenarnya kita dalam menghadapi sebuah masalah. Yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah serta introspeksi diri. Mungkin jadi masalah itu datang sebagai teguran darinya atas apa yang telah kita lakukan sebelum-Nya atau masalah itu datang sebagai ujian untuk men-tes keimanan kita.

Ketika kita ditimpa sebuah permasalahan, berarti Allah mau kita lebih dewasa dalam menghadapi hidup ini. Ketika kita ditimpa musibah, berarti Allah ingin agar kita mendekat kepadanya. Ketika kita ditimpa kesusahan, berarti Allah telah menyediakan untuk kita kemudahan. Karena sesungguhnya dibalik permasalahan ada proses pendewasaan, dibalik musibah ada hikmah, dibalik kesusahan ada kemudahan.

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”(QS. al-Insyiroh: 5-6)

Ketika permasalahan datang menghampiri, jangan mengeluh di hadapan sang pencipta, jangan memberontak akan keputusannya apalagi mengatakan bahwa Allah tidak adil. Namun, mintalah agar kita diberi kesabaran serta ketegaran dalam menghadapinya, diberikan solusi yang terbaik bagi kita, dan selalu mengharap dia memberikan ganjaran pahala untuk kita.

Tanpa malam purnama takkan indah. Tanpa lapar nikmat makanan takkan terasa. Tanpa dahaga sejuknya dingin air takkan memberi banyak makna. Begitu juga kemenangan atau kemudahan takkan banyak memberi arti tanpa didahului rintangan masalah kesusahan. Setelah mendung terbitlah cerah.

Tak ada hidup tanpa masalah, karena masalah adalah sunnah-Nya. Yang kita perlukan hanya kebijakan dalam menyikapinya. Jika ketegaran yang kita bina, nikmat masalah akan terasa. Jika keluhan yang kita bina sengsara masalah akan selalu bertambah.

Masalah datang untuk kita hadapi, bukan untuk dicaci atau dimaki. Masalah adalah mediator dalam proses pendewasaan. Tanpa masalah kita takkan pernah dewasa. Tanpa masalah kita takkan menjadi orang yang luar biasa.”Jalan yang lurus dan mulus takkan pernah menghasilkan pengemudi yang hebat. Laut yang tenang takkan pernah menghasilkan pelaut yang tangguh. Langit yang cerah takkan pernah menghasilkan pilot yang handal.”

Di saat kita mencari solusi dalam suatu masalah, di saat itulah sebuah proses pendewasaan hidup akan dimulai. maka, berbahagialah mereka yang memiliki masalah dan mampu mengatasi masalah tersebut dengan brilian, yaitu dengan tetap selalu bersandar akan keputusan sang eksekutor yang maha adil setelah tawakal dilakukan. Mari bersama taklukkan masalah…!
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/03/19201/masalah-itu-manis/#ixzz1oUfDCbl3