Kamis, 08 Desember 2011

PENYESALAN YANG TAK ADA AKHIRNYA..

terkadang..
eperi naigh aq tak mengerti knp..
Tuhan begitu  beratkah.. Engkau..memberikan cobaan dengan kegantengan sebanyak ini...
Tuhan..air mata ini sperti tak henti-hentinya mengucur deras,,
 hati q  lelah dgn..pertanyaan yg terus di ulang-ulang..
knp...
knp...
knp aq ganteng??
kesalahan apa?? setega ini?
ini tidk cukup adil..
terkadang,,
aq harus menutupi rupa q ini??
ataukah membaginya dgn yang lain?
jujur aq tak sanggup...
histeria para wanita saat melihat q..
tatapan mereka..
sanjungan mereka..
ataupun cubitan-cubitan itu,,
aq tak sanggup Tuhan..
sekali lg..
plis god...
aq ingin diri q seperti masa aq kanak-kanak...
polos..
penuh keceriaan,,
canda tawa.. 
dan segala keluguan q.. 
dengarkan jeritan hati ini..dengan merintih..meringis..meraung..
semoga...











Milyarder Pertama Who Wants To Be A Millionaire

Teman-teman semua pasti tahu dong, kuis yang satu ini. Kuis ini juga sempat booming di Indonesia, saat dibawakan oleh Tantowi Yahya. Di Indonesia memang belum ada satupun kontestan yang mencapai angka paling fantastis, 1 milyar. Paling banter hanya sampai titik 500 juta rupiah kalau tidak salah. Tapi tahukah teman teman? kalau di Amerika sana quiz ini sudah terlebih dahulu berhasil mendapatkan juara pertama yang mendapat $1 million dollar. Hmm, jadi inget film slumdog millionaire ya hihi

 Orangnya


Siapakah orang berintelektual tinggi yang beruntung itu? dia adalah John Carpenter. Seorang pria kelahiran 1968 yang berasal dari Hamden, Connecticut. Dia adalah seorang lulusan ekonomi Universitas Rutgers di tahun 1990. Dia berumur 31 tahun tepatnya, saat memenangkan mega kuis ini.
Hari itu, 18 November 1999. Ketika Who Wants To Be A Millionaire berlangsung, dan John Carpenter sudah mencapai titik paling akhir permainan. Dengan hati yang deg-degan, dia disodori pertanyaan senilai 1 juta dollar. Yang artinya bila dia berhasil menjawab pertanyaan tersebut, dia akan mematahkan rekor sebagai milyarder pertama dalam kuis ini. Kali itu pertanyaan yang muncul adalah "Which of these U.S. Presidents appeared on the television series "Laugh-In"?.
Beruntunglah John, karena sampai di pertanyaan itu dia masih menyisakan 3 pilihan bantuan. Phone a friend, Ask The Audience dan fifty-fifty. Dan disinilah cerita menariknya. Sama sekali tidak terlihat raut wajah yang tegang, seperti sudah sangat yakin dengan jawabanya. Dia hanya tersenyum simpul saat dihadapkan dengan pertanyaan tersebut. Rupanya John merasa sudah memiliki 1 juta dollar itu di rekeningnya.
Tak disangka-sangka ketika seluruh penonton mulai berharap-harap cemas. John memutuskan untuk mengambil pilihan bantuan Phone A Friend. Dia menelepon ayahnya. Terjadilah sebuah dialog yang menarik :

Regis Philbin (Host): "John you've got thirty seconds, starts right now"
John: "Uh...Hi, Dad."
Tom (Ayah John): "Hi!"
John: "Um...I don't really need your help, I just wanted to let you know that I'm gonna win the million dollars"
(penonton mulai tertawa sambil memberikan tepuk tangan yang meriah)
John: "Er... because the U.S. President that appeared on 'Laugh-In' is Richard Nixon. That's my final answer"
Regis: "Well, my gosh. What can I say except: Debbie (Carpenter's wife), you're going to Paris, and this is the final answer heard all around the world, he's won a million dollars!"


Oh my god, John Carpenter berhasil mendapatkan 1 juta dollar dengan cara unik, tidak terduga sebelumnya. Dia menelepon ayahnya bukan untuk menanyakan isi jawabanya. Tapi dia menelepon ayahnya hanya untuk memberitahukan bahwa tidak akan lama lagi dia akan mendapat $1 million dollar. Karena dalam lubuk hatinya, John memang sudah mendapatkan jawabanya. Richard Nixon is the final answer, and damn he pretty pretty sure 100 percent. John Carpenter is the first winner on who wants to be a millionaire.

Spoiler for saat penyerahan hadiah:




Dari cerita menarik dan inspiratif ini. Bisa ditarik sebuah hikmah yang sangat berharga. Bahwa dengan ide dan ilmu yang bermanfaat, kita jauh akan menjalani hidup ini dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang penuh. Dan uang, itu hanya sebuah efek sebab akibat dari hasil pengamalan ilmu dan ide tersebut. Be the first who inspires

7 Kehebatan orang INDONESIA yang kita tidak ketahui!

1.Ahli Kimia


"Hampir" semua Pedagang di Indonesia udah kaga asing sama zat kimia terutama:
Formalin,Boraks,pewarna tekstil,dan pengawet buatan.
semua mencari cara agar milik mereka laku,enak,dan menarik.
sedangkan di luar negeri mereka kaga usaha makanan nya gitu2 aja

2.Menghilangkan anggota tubuh


Jika agan berjalan di depan masjid/pasar/dll
pasti ente biasa bertemu dengan Pengemis yang cacat biasanya kaki hilang,buta,dll
mereka bisa menghilangkan anggota tubuh dan memunculkan nya lagi
Pesulap luar negeri saja tidak bisa sepintar pengemis kita

3.Dapat makan apa saja



Disaat orang luar negeri melarat karena tak ada makanan tapi di Indonesia justru sebaliknya
karena kehebatan orang Indonesia maka negara kita dapat bertahan dalam krisis ekonomi kapan pun juga.
seperti juga yang di jelaskan di no.1 tadi anak-anak kita tahan makan formalin dan boraks!

4.Solidaritas



Solidaritas di Indonesia sangat tinggi terutama di daerah 1 RT atau Kampung.
salah satu buktinya jika ada penjahat tinggal teriak saja maka,entah itu benar2 penjahat atau bukan tinggal di gebuk saja bersama.
sedangkan di luar negeri jika ada penjahat mereka malah menelpon polisi

5.Pandai Musik


Disaat luar negeri hanya memiliki sedikit penyanyi dan jika ingin membeli cd atau konser sangat mahal.
sedangkan kita disaat kita naik bis atau menunggu lampu merah ada saja penyanyi yang menyayikan lagu untuk kita

6.Bisa membuat segala hal menjadi MURAH dan MUDAH


Anda ingin membeli Album Penyanyi kesukaan anda? Menonton film Bioskop di rumah anda?
gampang!
pergi saja ke kios kaset terdekat dan pasti anda mendapatkan nya hanya dalam harga 5 ribu saja atau 10 ribu untuk film bioskop.

7.Bisa meniru segala hal


Mulai BB,iPhone,CD,DVD,dll
hampir segala hal bisa di dapat dari Indonesia

Rabu, 07 Desember 2011

Renungan Malam

Suatu hari, seorang motivator terkenal membuka seminarnya dengan cara unik.
Sambil memegang uang pecahan AS $ 100, ia bertanya kepada hadirin, “Siapa yang mau uang ini?”
Tampak banyak tangan diacungkan, pertanda banyak yang minat.
“Saya akan berikan uang ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini.”
Ia berdiri mendekati hadirin.
Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat.
Lalu bertanya lagi, “Siapa yang masih mau uang ini?”
Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.
“Baiklah,” jawabnya, “apa jadinya bila saya melakukan ini?” ujarnya sambil menjatuhkan uang ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya. :gila:
Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.
“Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?”
Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.
“Hadirin sekalian, Anda baru saja mendapatkan sebuah pelajaran penting.
Apa pun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya.
Biarpun lecek dan kotor, uang ini tetap bernilai 100 dolar.”
Dalam kehidupan ini, kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita.
Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti.
Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda.
So, setiap kali merasa diri tak berarti, ingatlah akan selembar uang 100 dolar tersebut.
Jangan pernah lupa – Anda adalah SPESIAL.
Suatu hari, seorang motivator terkenal membuka seminarnya dengan cara unik.
Sambil memegang uang pecahan AS $ 100, ia bertanya kepada hadirin, “Siapa yang mau uang ini?”
Tampak banyak tangan diacungkan, pertanda banyak yang minat.
“Saya akan berikan uang ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini.”
Ia berdiri mendekati hadirin.
Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat.
Lalu bertanya lagi, “Siapa yang masih mau uang ini?”
Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.
“Baiklah,” jawabnya, “apa jadinya bila saya melakukan ini?” ujarnya sambil menjatuhkan uang ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya. :gila:
Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.
“Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?”
Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.
“Hadirin sekalian, Anda baru saja mendapatkan sebuah pelajaran penting.
Apa pun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya.
Biarpun lecek dan kotor, uang ini tetap bernilai 100 dolar.”
Dalam kehidupan ini, kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita.
Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti.
Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda.
So, setiap kali merasa diri tak berarti, ingatlah akan selembar uang 100 dolar tersebut.
Jangan pernah lupa – Anda adalah SPESIAL.