Selasa, 14 Agustus 2012

Penyebab Mahasiswa Kuliah Lama




01:58 Skill Agia




1. Kuliah karena terpaksa
Melihat anaknya diwisuda adalah kebanggaan bagi setiap orang tua. Dari lubuk hati setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi seorang yang pintar dan sukses. Bahkan memaksa anaknya untuk kuliahpun bisa saja mereka lakukan. Berawal dari sebuah keterpaksaan inilah maka ketika sudah menjadi mahasiswa, dia enggan untuk serius dalam kuliah, apalagi pengen cepat-cepat diwisuda.

2. Salah jurusan
Kalah dalam persaingan SPMB/UM PTN/PTS yang memiliki jurusan-jurusan favorit, menyebabkan banyak mahasiswa memilih jurusan lain (yang tidak diminati) sebagai pelarian ketika tidak diterima. Tujuannya adalah agar mereka tetap bisa kuliah meski jurusan itu bukan yang diminati.

3. Terlalu menikmati kebebasan karena jauh dari ortu
Anak Mami kalau kita sering sebut, terkadang juga menjadi faktor kuliah lama. Rendahnya pengawasan dari orang tua (jauh dari ortu) terkadang kebebasan itu dimanfaatkan secara berlebihan. Kerjanya maen, pacaran, begadang tiap malam, nongkrong sana-sini dan lain-lainnya.

4. Sibuk mengikuti organisasi kemahasiswaan ataupun Ormas
Tingkat Intelegency Emotional (IE) yang lebih besar daripada IQ mendorong mahasiswa untuk lebih senang berorganisasi, bersosialisasi, bertukar pikiran dan melakukan kegiatan-kegiatan atau bergabung dengan Ormas daripada belajar. Kesibukannya itu terkadang menghabiskan uang, tenaga, pikiran dan juga waktu sehingga kuliah terabaikan dan bukan prioritas lagi.

5. Menekuni hobi secara berlebihan
Soft Skill yang dimiliki mahasiswa mendorong untuk menjadi hobi. Hobi kalau dilakukan secara wajar itu baik, tapi kalau berlebihan, pasti mengganggu kegiatan lainnya. Beberapa hobi seorang mahasiswa antara lain: ngegame, ngeband, billiard, Playstation, ngenet, Futsal, dll.

6. Bisa mendapatkan uang sendiri (kerja)
Kerja terkadang dibutuhkan bagi mahasiswa, terutama yang kurang mampu ataupun untuk menambah uang saku. Tetapi tidak sedikit pula dari mereka yang terlena dengan pekerjaannya itu. Alasannya simple, ujung akhir dari kuliah adalah mendapat gelar sarjana yang bisa digunakan sebagai sarana untuk mencari kerja sehingga menghasilkan uang. kalau kuliah saja sudah bisa punya uang sendiri, kenapa harus buru-buru lulus??? Makanya mereka lebih senang kerja daripada ngurusin kuliahnya.

7. Tidak adanya jaminan kerja setelah lulus
Tidak adanya jaminan inilah yang paling banyak membuat mereka lebih milih lama kuliah daripada lama nganggur. Prinsipnya : Rezeki itu sudah ada yang ngatur, dan kalau sudah rejeki, gak bakal kemana. Jadi, buat apa cepat-cepat lulus kalau ujung-ujungnya nganggur???? Yang sudah sarjana saja banyak yang nganggur kok.


KESIMPULAN DARI 7 ALASAN TERSEBUT ADALAH MENJADIKAN MAHASISWA MALAS KULIAH, MALAS BELAJAR, SEMAUNYA SENDIRI DAN ENGGAN LULUS CEPAT-CEPAT...
So, Hindari Jika anda ingin Masa Depan !

Belajarlah dari Forrest Gump !



02:02 Skill Agia


Film Forrest Gump (1994) yang bergenre drama berdasarkan sebuah novel dari Winston Groom dimana pernah mendapatkan nominasi 13 Academy Awards memang pantas mendapatkan two thumbs up. Film ini sungguh mengesankan, luar biasa! Sudah 5 kali saya menontonnya, dan tak pernah bosan pula. Dimana bagi saya merupakan film terindah, filmisasi dari novel yang berkisah tentang anak autis yang berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Perjuangan seorang Ibu yang berusaha agar putranya yang memang “berbeda” agar bisa diakui dan diterima oleh lingkungan sosial yaitu masyarakat.


Forrest Gump yang diperankan oleh actor kawakan Tom Hanks dengan acting yang begitu luar biasa mampu menghidupkan sosok Forrest Gump yang dianggap bodoh dengan IQ dibawah rata-rata manusia umumnya yaitu 75. Perjuangan yang luar biasa dari Forrest Gump sehingga menjadi manusia yang luar biasa. Make a difference dan menjadi makna bagi manusia yang lain. Hal yang menarik dari Forrest Gump dimana penerapan nilai-nilai kemanusiaan yang saat ini menjadi semakin langka adalah dia tetap menjadi orang baik. Forrest Gump mungkin bisa dibilang sebagai anak autis yang “bodoh” tapi tidak pernah melakukan perbuatan bodoh, konyol yang merugikan bagi orang lain. Ya mungkin benar seperti apa yang terdapat di Forrest Gump bahwa bodoh itu adalah melakukan perbuatan bodoh, aksi atau perilaku yang konyol yang destruktif bagi orang lain. Makna kebodohan bukan kebodohan dalam perspektif akibat keterbelakangan atas akses pendidikan, minimnya tradisi literasi dan bahkan pemaknaan dalam ukuran dunia akademis.



Sebuah film yang dibesuti oleh sutradara kawakan Robert Zemeckis, memang layak mendapatkan apresiasi. Mendapatkan 13 oscar (academy awards) dan hampir memenangkan di 10 kompetisi penghargaan film international dalam berbagai kategori. Robert Zemeckis, mampu menghidupkan film ini lebih hidup dari novelnya. Improvisasi yang luar biasa. Proses dialogis yang cukup interaktif dari kisah hidup forrest Gump yang dinyatakan autis oleh masyarakat.


Human Touching! Deeply human interest of this movie. Nilai-Nilai moral akan banyak kita pelajari dari film ini. Pertama, Kita tidak boleh letih untuk menjadi orang baik, walaupun lingkungan telah menjahati dan berlaku tidak adil. Biarkan saja, Tuhan tak pernah tidur,dalam bahasa Forrest, Miracle happens everyday! That’s true, keajaiban akan datang dan Tuhan selalu Punya cara untuk membuktikannya. Hanya saja kita perlu konsisten. Kedua, memegang janji, setia dalam janji. Forrest, seorang yang “autis” yang teguh akan janji –nya dan melaksanakan janjinya dengan penuh perjuangan. Sungguh laki-laki yang bersahaja. Ketiga, Hidup adalah ketegangan antara takdir Tuhan dan perjuangan akan harapan atau rencana manusia. Pada sekuel ini, begitu manis diceritakan bahwa “Life is like a box of chocolate, you never know what you get”. Bukankah hidup ini seperti itu. Begitu misterius?? Apakah kita akan tahu apa yang akan kita dapatkan dan yang akan terjadi? Keempat, pelajaran tentang kemanusiaan untuk memperlakukan semua manusia itu sama. Tidak diskriminasi. Memberikan kesempatan bagi siapa saja, aaah pada bagian ini begitu berat. Karena kita seringkali mengkotak-kotakkan, memberi jarak dalam relasi kita. Rasis, ukuran ekonomis, Ideologi, dan berbagai macam determinasi-determinasi.


Selanjutnya…silakan menonton film ini. Sangat recommended agar kita tidak kehilangan nilai-nilai yang selama ini kita pegang. Dan agar kita tak pernah bosan menjadi dan tetap “baik”. Seterusnya pelajaran dan refleksi apa yang akan didapat dari film ini, akan sangat subyektif.


Download Film Forrest Gump : part1 - part2 - part3 - part4 - part5 * Join filenya dg hjsplit
Download : Subtitle Forrest Gump


“Life is like a box of chocolate, you never know what you get”.

unik & bermakna





Friendship is like peeing in your pants: everyone can see it, but only you get the warm feeling that it brings.
arti: Persahabatan bagaikan kencing di celana. Orang-orang dapat melihatnya, tapi hanya dirimu yang dapat merasakan kehangatannya.

You tried your best and you failed miserably. The lesson is 'never try'.
arti: Kau mencoba berusaha semampumu dan kau gagal dengan menyedihkan. Pelajaran yang didapat adalah 'jangan pernah mencoba'.

Between two evils, I always pick the one I never tried before.
arti: Diantara dua kejahatan, aku selalu memilih yang tak pernah kucoba sebelumnya

There are no stupid questions, just stupid people.
arti: Tidak ada pertanyaan bodoh, hanya ada orang bodoh.

Everything is funny as long as it is happening to somebody else.
arti: Apapun lucu selama itu terjadi pada orang lain.

Flying is learning how to throw yourself at the ground and miss
arti: Terbang adalah belajar bagaimana melempar dirimu ke tanah dan kau gagal.

Experience is the name every one gives to their mistakes.
arti: Pengalaman adalah nama yang semua orang berikan untuk kesalahan-kesalahan mereka.

Everybody wants to go to heaven; but nobody wants to die.
Semua orang ingin pergi ke surga; tapi tak seorang pun ingin mati.

Forgive your enemies, but never forget their names.
arti: Ampuni musuh-musuhmu, tapi jangan pernah lupakan nama mereka.

Everyone has photographic memory; some just don't have the film
arti: Semua orang punya ingatan fotografik; beberapa hanya tak punya film-nya.

If there is something you must do and you cannot do it, you cannot do anything else
arti: Bila ada sesuatu yang harus kau lakukan dan kau tak dapat melakukannya, kau tak dapat melakukan hal lainnya.

Girls are like phones. We love to be held, talked too but if you press the wrong button you'll be disconnected!
arti: Cewek bagaikan telepon. Kami senang dipegang, juga diajak bicara, tapi jika kau menekan tombol yang salah kau akan terputus!

The average woman would rather have beauty than brains, because the average man can see better than he can think.
arti: wanita biasa akan lebih memilih mempunyai kecantikan daripada otak, karena pria biasa dapat melihat lebih baik daripada ia berpikir.

Guys are like dogs. They keep coming back. Ladies are like cats. Yell at a cat one time...they're gone.
arti: Laki-laki seperti anjing. Mereka terus kembali. Perempuan seperti kucing. Berteriak pada kucing sekali....dan mereka pergi/hilang.

If women didn't exist, all the money in the world would have no meaning.
arti: Jika tidak ada wanita, seluruh uang di dunia ini takkan ada artinya.

Good girls go to heaven, bad girls go everywhere.
arti: Cewek-cewek baik pergi ke surga. Cewek-cewek jahat (nakal) pergi kemana-mana.

Talk to a man about himself and he will listen for hours.
arti: Ajak seorang pria bicara tentang dirinya dan ia akan mendengarkanmu selama berjam-jam.

Tell a man there are 300 billion stars in the universe and he'll believe you. Tell him a bench has wet paint on it and he'll have to touch it to be sure.
arti: Beritahu seorang pria kalau ada 300 trilyun bintang di angkasa raya dan ia akan mempercayaimu. Beritahu ia kalau ada cat basah diatas bangku dan ia pasti akan menyentuhnya.



How to make God laugh: Tell him your future plans.
arti: Cara untuk membuat Tuhan tertawa: Beritahu dia rencana masa depanmu.

I always arrive late at the office, but I make up for it by leaving early.
arti: Aku selalu datang terlambat ke kantor, tapi aku menebus/memperbaikinya dengan pulang lebih awal.

He knows nothing; and he thinks he knows everything. That clearly points to a political career.
arti: Ia tak tahu apapun; dan ia pikir ia tahu semuanya. Itu jelas menunjuk pada karir politik.

He may look like an idiot and talk like an idiot but don't let that fool you. He really is an idiot.
arti: Ia mungkin terlihat seperti seorang idiot dan bicara seperti idiot, tapi jangan lah itu menipumu. Ia memang seorang idiot.

Love is a game that two can play and both win.
arti: Cinta adalah sebuah permainan yang dimainkan oleh dua orang dan keduanya menang.

If A equals success, then the formula is: A = X + Y + Z, X is work. Y is play. Z is keep your mouth shut.
arti: jika A adalah persamaan dari sukses, maka rumusnya adalah: A= X + Y + Z, X adalah "kerja/berusaha". Y adalah "bermain". Z adalah "menutup mulutmu".

The miracle is this - the more we share, the more we have.
arti: Keajaibannya adalah ini - semakin kita memberi, makin banyak yang kita dapat.

There are three faithful friends, an old wife, an old dog, and ready money.
arti: Ada tiga teman yang setia, seorang istri tua, seorang anjing tua, dan uang yang siap dipakai.

A real friend is someone who walks in when the rest of the world walks out.
arti: Sahabat sesungguhnya adalah seorang yang masuk kedalam ketika seluruh orang di dunia keluar.

Friendship is Love without his wings.
arti: Persahabatan adalah Cinta tanpa sayapnya.

I love everything about you. Your lips, your eyes, your voice. The only thing I can't stand is you.
arti: Aku mencintai apapun tentang dirimu. Bibirmu, matamu, suaramu. Satu-satunya hal yang aku tak tahan adalah kamu.

It's much easier to turn a friendship into love, than love into friendship.
arti: Lebih mudah mengubah persahabatan menjadi cinta, daripada mengubah cinta menjadi persahabatan.

Beauty is power; a smile is its sword
arti: Kecantikan adalah kekuatan; sebuah senyum adalah pedangnya.

Smile - sunshine is good for your teeth.
Senyum - Sinar matahari baik untuk gigimu.

Wear a smile - one size fits all.
Pakailah sebuah senyuman - satu ukuran cocok untuk semua.

When people are laughing, they're generally not killing each other.
Ketika orang-orang tertawa, mereka biasanya tidak sedang saling membunuh.
Happiness is like a kiss. You must share it to enjoy it.
arti: Kebahagiaan seperti sebuah ciuman. Kau harus membaginya untuk dapat menikmatinya.

Women are like drugs to men, addictive, enticing, and sometime harmful.
arti: Wanita bagaikan obat-obatan untuk pria. adiktif, menarik, dan kadang-kadang berbahaya.

The only way to keep your health is to eat what you don't want, drink what you don't like, and do what you'd rather not
arti: Satu-satunya cara untuk menjaga kesehatanmu adalah dengan makan apa yang tidak kau inginkan, minum apa yang tidak kau sukai, dan melakukan apa yang kau tidak ingin.

If love is blind, why is lingerie so popular?
arti: bila cinta itu buta, mengapa pakaian dalam wanita begitu populer?

There are three sides of an arguement -- your side, my side and the right side.
arti: Ada tiga sisi dalam sebuah argumentasi -- sisimu, sisiku, dan sisi yang benar.

If love is the answer, could you please rephrase the question?
arti: Jika cinta adalah jawabannya, bisakah kau katakan ulang pertanyaannya?

Get married: if you find a good wife you'll be happy; if not, you'll become a philosopher
arti: Menikah: Jika kau menemukan istri yang baik kau akan bahagia; jika tidak, kau akan menjadi ahli filsafat.

You know the speed of light;so what is the speed of dark ?
arti: Kau tahu kecepatan cahaya; jadi berapa kecepatan gelap?

Politicians and magicians are very much the same, they have a lot of tricks under their sleeves.
arti: Politikus dan tukang sulap hampir sama, mereka memiliki banyak trik dibawah lengan baju mereka.

Weather forecast for tonight: dark.
arti: Ramalan cuaca untuk malam ini: gelap.

Marriage is popular because it combines the maximum of temptation with the maximum of opportunity.
arti: Pernikahan populer karena mengkombinasikan maksimum godaan dengan maksimum kesempatan.

Only one man in a thousand is a leader of men, the other 999 follow women.
arti: Hanya satu dari seribu pria adalah pemimpin para lelaki, 999 lainnya mengikuti wanita.

We can't all be heroes because somebody has to sit on the curb and clap as they go by.
arti: Tidak semua dari kita dapat menjadi pahlawan karena harus ada seseorang yang duduk di tepi jalan dan tepuk tangan ketika mereka lewat/pergi.



sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6306527

Film-Film Tentang Jurnalistik



22:32 Skill Agia

Saya suka dunia jurnalistik dan saya suka nonton film, itu adalah alasan kenapa saya membuat postingan ini. Kecintaan terhadap dunia jurnalistik mungkin memang diawali dari “ketidaksengajaan” saya aktif di pers mahasiswa semasa kuliah dulu, tapi kalau bicara nonton film. Saya memang dari dulu suka nonton, meski frekuensi nonton film saya jarang sih kalo di bioskop.
Maka seperti yang saya ungkapkan di atas, saya akan membahas film yang bertema dunia jurnalistik, dunia yang saya sukai dan belakangan mulai saya geluti meski masih berstatus freelance hehe. Yang ada di bawah ini adalah beberapa film yang pernah saya tonton, memang tidak semua, mungkin saja ada yang terlewat. Semuanya memberi kesan tersendiri buat saya. Film-film ini ada yang remake, diangkat dari kisah nyata dan ada juga yang fiksi. Nomor urut ini tidak berarti yang terbaik menurut saya, ini hanya sekedar urutan biasa.

1.Shattered Glass (2003)

Di antara daftar film di postingan ini, ini adalah film yang pertama kali saya tonton. Film ini bagus sekali menurut saya, sayang tidak mendapat promosi yang cukup sehingga tidak banyak orang tahu, salah satu produsernya bahkan Tom Cruise (yang membuat saya kaget). Diangkat dari kisah nyata tentang seorang jurnalis muda berbakat bernama Stephen Glass (Hayden Christensen) yang bekerja di Majalah New Republic. Kisahnya berpusat pada perjalanan karir Stephen pada tahun 1990-an yang artikel-artikelnya diakui sangat bagus dan turut mengangkat popularitas majalah tempatnya bekerja, sampai suatu saat, artikelnya berjudul “Hack Heaven” ternyata diketahu merupakan artikel fiksi, semua data dan narasumber adalah karangan Stephen sendiri, penemuan itu berbuntut pada penemuan artikel-artikel lainnya yang ternyata totalnya ada 27 artikel dari Stephen yang fiksi, kebohongan ini membuat dirinya dipecat dan New Republic memuat pernyataan maaf kepada publik atas kebohongan 27 artikel tersebut.
Tidak diungkapkan dengan jelas, apa yang menyebabkan Stephen sampai berani berbohong kepada pembaca, mengingat kalau disimak dalam film ini. Dia punya kemampuan kerja jurnalistik yang bagus (Pada masa itu selain di New Republic, ia juga dikontrak beberapa media cetak lain sehingga dikenal sebagai jurnalis muda yang berpenghasilan besar).
Yang saya suka dari film ini adalah gambaran proses kerja jurnalistik di media cetak, khususnya majalah. Dimulai dari reportase, penulisan, pengecekan data dan fakta, editing, direvisi oleh jurnalisnya, pengecekan data fakta dan editing kedua kali lalu siap dilayout dan naik cetak. Atmosfer jurnalistiknya terasa sekali, kantor redaksi yang penuh sesak, di lobi kantor dipasang majalah edisi-edisi sebelumnya. Yang miris, sifat bohong Stephen Glass ini seolah ingin dipertahankan sampai akhir film ketika obrolannya dengan murid-murid SD tempatnya bersekolah dulu ternyata cuma khayalannya.
2.The Hunting Party (2007)

Rekomendasi seorang teman dan nama besar pemeran utamanya adalah alasan saya mau menonton film ini, filmnya bercerita tentang Simon Hunt (Richard Gere) jurnalis televisi spesialis daerah konflik dan perang dengan pasangannya kameramen yang akrab dipanggil Duck (Terrence Howard). Selama bertahun-tahun mereka dikenal pasangan jurnalis yang berani dan sukses meraih banyak penghargaan, semuanya berubah ketika laporan langsung dari Bosnia, Simon melaporkan sambil marah-marah di televisi “Ini bukan perang! Ini pembantaian” dan beragam kata-kata makian lainnya, Simon kemudian dipecat namun tetap bekerja sebagai jurnalis dan menjual videonya liputannya ke beberapa televisi di berbagai negara sementara Duck tetap bekerja di televisi tersebut dan semakin naik jabatannya. Bertahun-tahun kemudian mereka bertemu lagi di Bosnia ketika Duck dan timnya termasuk Benjamin, anak wakil direktur televisi (Jesse Eisenberg, yang kabarnya akan bermain sebagai Mark Zuckerberg dalam film tentang Facebook berjudul “The Social Network” tahun ini) hadir di suatu acara PBB dan disana Simon mengajak Duck, juga akhirnya Benjamin untuk mengadakan wawancara eksklusif dengan penjahat perang di Bosnia bernama Radoslav Bogdanović alias “The Fox” yang kemudian dalam usaha pencarian tersebut menjelaskan kenapa Simon Hunt marah-marah saat siaran langsung beberapa tahun lalu.
Agak kecewa sih dengan film ini, karena saya mengira ini film yang kental thrillernya. Namun ternyata memang lebih banyak porsi drama dengan ending yang “Yah cuma gitu”. Oke, setelah gambaran reportase berbahaya Simon dan Duck serta pencarian The Fox yang berliku endingnya biasa saja tentu kurang gereget jadinya. Namun ada kalimat yang cukup memorable buat saya ketika Benjamin berkata bahwa fakta di medan perang tidak sama dengan yang ia pelajari di sekolah jurnalistik lalu Duck membalas “Hei, tidak semua yang kau pelajari di sekolah jurnalistik itu sama dengan yang ada di lapangan.” Aha, ini memang benar sekali, sejauh pengalaman dan hasil belajar saya secara informal tentang jurnalistik. Jurnalis memang tidak boleh kaku dan baku terhadap teori, mereka harus berani improvisasi dan beradaptasi dengan kondisi lapangan. Inilah dinamikanya, dan inilah yang saya suka dari jurnalistik.
3.Veronica Guerin (2003)

Film ini diangkat dari kisah nyata jurnalis wanita bernama Veronica Guerin asal Irlandia. Adegan pembukanya menampilkan Veronica (Cate Blanchett) yang sedang menyetir dan menelepon rekannya ketika kemudian mobilnya berhenti di lampu merah, ia ditembak oleh pengendara sepeda motor dan tewas seketika. Film kemudian bergerak mundur dan menceritakan kisah Veronica sebagai jurnalis koran Sunday Independent, pada waktu ia menulis berita tentang kejahatan narkoba yang sudah parah tingkatnya di Dublin. Investigasinya kemudian membawanya ke bandar narkoba bahkan bos para bandar. Namun keberhasilannya dalam penelusuran itu justru memberikan dampak negatif, pada bulan Oktober 1994 sekelompok orang melepaskan dua tembakan ke rumahnya sebagai bentuk peringatan sekaligus ancaman kepada ia dan keluarganya. Setelah itu ia pernah diserang seorang pria masuk ke rumahnya dan menembak kakinya, namun itu tidak membuatnya menghentikan reportasenya terhadap kasus tersebut, padahal banyak pihak yang sudah melarangnya. Bahkan ketika ia tiba di rumah sang bos bandar narkoba ia malah dipukuli sampai luka parah dan puncaknya adalah penembakan yang menewaskan dirinya.
Film ini adalah film yang menurut saya paling berhasil menampilkan sisi humanis seorang jurnalis, Veronica yang seorang istri dan ibu serta seorang jurnalis yang ngotot dan pantang menyerah digambarkan dengan pas dan seimbang di sini. Resiko pekerjaan jurnalis yang sering berhadapan dengan orang-orang “penting” dan “berbahaya” ditunjukkan di sini, sikap ngotot Veronica sendiri memang menggambarkan sikap jurnalis pada umumnya yang saya ketahui. Ketika sudah meliput suatu berita, jurnalis akan terus memburu sampai dapat. Yang menarik ada kemunculan Collin Farrel di sini, dia berperan sebagai pria yang sedang minum di bar lalu sempat menggoda Veronica. Kematiannya pada tahun 1996 menimbulkan kemarahan dan kecaman terhadap para pelakunya, sebagian besar ditangkap dan bahkan ada yang dihukum mati.
4.State Of Play (2009)

Film ini merupakan adaptasi dari serial televisi di Inggris dengan judul yang sama. Sebenarnya film ini lebih bergenre kepada thriller tentang politik, namun nuansa jurnalismenya juga kental di sini. Banyak nama aktor dan aktris besar di sini, mulai dari Russell Crowe, Ben Affleck, Rachel McAdams, Hellen Mirren sampai Jeff Daniels. Russell Crowe berperan sebagai Cal McAffrey (yang nampak gemuk, berantakan dan gondrong di film ini) wartawan harian Washington Globe yang menyelidiki kasus pembunuhan seorang pemuda dan seorang anggota kongres AS bernama Sonia Baker yang terjadi dalam waktu kurang dari sehari semalam. Belakangan kasus ini malah melibatkan Stephen Collins (Ben Affleck) bos dari Sonia yang juga anggota kongres sekaligus sahabat lama dari Cal karena ada dugaan Stephen memiliki affair dengan Sonia, padahal Stephen sudah beristri. Bersama rekannya Della Frye (Rachel McAdams) wartawan di harian yang sama sekaligus blogger, Cal meliput kasus ini dan menemukan fakta-fakta mencengangkan bahwa kasus pembunuhan ini merupakan konspirasi politik antara kongres AS dengan perusahaan bernama Point Corp.
Tema konspirasi politik yang melibatkan pemerintah juga merupakan tema film yang saya sukai, jadi ketika film ini menggabungkannya dengan jurnalis sebagai tokoh utamanya film ini menjadi salah satu film favorit saya. Selain soal tema saya juga suka dengan para pemainnya khususnya Russell Crowe dan Rachel McAdams, Russell menampilkan satu sisi lagi dari jurnalis dengan gaya berantakan, brewokan dan tidak rapi itu, entah memang itu penampilan aslinya saat ini atau memang penampilannya khusus untuk film ini tapi dia berperan dengan meyakinkan. Rachel McAdams juga saya suka di sini, dia cantik dan mempesona dua kali lipat dibanding saat dia menjadi Irene Adler di Sherlock Holmes. Perannya di sini juga penting, tidak sekedar menjadi pemanis di film detektif itu (terlepas itu adalah film pertama dan bersifat perkenalan).
5.Beyond A Reasonabled Doubt (2009)

Yang satu ini merupakan remake dari film berjudul sama, film pertamanya dirilis tahun 1956 dan merupakan film noir yang menampilkan sedikit gaya visual, penggambaran konflik dan plot yang mengejutkan di bagian akhir dengan ending yang di luar dugaan. Remakenya dibintangi oleh Michael Douglas, Amber Tamblyn dan Jesse Metcalfe. Kalo di film pertamanya media massanya adalah koran di remakenya diganti menjadi televisi, nama-nama karakternya juga diganti. CJ (Metcalfe) adalah seorang jurnalis muda yang berprestasi namun ambisius. Ia memandang sosok Jaksa Wilayah yang sedang naik daun, Martin Hunter (Douglas) adalah seorang yang curang dalam setiap menangani kasus, CJ yakin Hunter memanipulasi bukti agar ia bisa menjebloskan terdakwa dari setiap kasusnya. Untuk membuktikan itu CJ dan rekannya juga dibantu Ella, staf (Tamblyn) dari Hunter yang kemudian menjadi kekasihnya nekat merekayasa bukti dari suatu kasus pembunuhan yang belum diketahui pelakunya, CJ merekayasa bukti agar semuanya dibuat seolah mengarah pada dirinya dan pada persidangan ia bisa membuktikan bahwa sebenarnya Hunter adalah Jaksa yang curang dan menggunakan popularitasnya untuk maju dalam pemilu mendatang. Kisahnya berlanjut sampai konflik yang semakin rumit ketika rencana CJ mengalami hambatan dan ending yang menunjukkan siapa si “penjahat” sebenarnya.
Sebenarnya film ini punya premis yang bagus dan bisa menjadi film thriller yang baik, sayangnya entah kenapa kok malah jadi gagal total, beberapa referensi yang saya baca juga memberi cap buruk untuk film ini. Waktu nonton pun sebenarnya hanya untuk menuntaskan rasa penasaran saja, dan memang patut diakui kemasannya yang maunya thriller jadi agak datar di film ini. Kalau saja dikemas dengan penuturan yang lebih baik saya yakin film ini tidak akan jadi film thriller tanggung.
6.Balibo (2009)

Yang terakhir ini adalah film yang sempat menimbulkan kontroversi karena oleh LSF dilarang tayang Jiffest tahun lalu, film produksi Australia ini diangkat dari kisah nyata pada tahun 1975 tentang pembunuhan 5 jurnalis Australia oleh tentara Indonesia pada saat Timor-Timur diduduki Indonesia. 5 orang jurnalis televisi tersebut awalnya memang bertujuan untuk meliput serangan tersebut, tapi mereka salah mengira bahwa status mereka sebagai jurnalis tidak menjamin keselamatan mereka. Film ini menggambarkan pencarian jurnalis senior Roger East di Timor-Timur untuk menemukan jurnalis tersebut, pada awalnya ia diundang Jose Ramos Horta untuk menjadi kepala kantor berita di Dili dan menyebarkan kondisi Timor-Timur ke seluruh dunia namun pada akhirnya Roger juga menjadi korban serangan tentara Indonesia.
Kesan saya untuk film ini? Kecewa. Ya film ini tidak seheboh berita maupun resensinya, walaupun sebenarnya bisa dimaklumi karena ini film yang menampilkan sejarah dan kalau boleh dikatakan film-film seperti ini punya kepentingan tersendiri. Saya tidak berkomentar soal fakta sejarahnya, karena memang saya tidak menguasainya. Namun film ini memang cenderung membosankan, plotnya sih cukup bagus karena menampilkan dua bagian secara bergantian, ketika 5 jurnalis yang kemudian disebut “Balibo Five” tiba pertama kali di Timor Timur sampai dibunuh, setiap adegan yang menampilkan 5 jurnalis tersebut tiba di suatu tempat dan bekerja lalu menampilkan perjalanan Ramos Horta dan Roger East di tempat yang sama dengan kondisi yang jauh berbeda meski hanya selang beberapa hari.
Kekecewaan dan kemudian kebosanan makin terasa karena film ini minim musik latar. Entah kenapa musik latar cuma muncul di seperempat akhir bagian film, ketika serangan tentara Indonesia dimulai. Sisanya? Tidak ada musik latar dan membuat saya yang menonton adegan per adegan tidak terbangun mood-nya. Satu yang jadi pertanyaan adalah pemeran tentara Indonesia, mereka sempat berdialog Indonesia seperti “Keluar!” selebihnya sih tidak ada. Yang jadi pertanyaan adalah apa ini benar-benar orang Indonesia? Kalau memang iya kenapa mereka mau bermain di film yang justru menyudutkan Indonesia?
Sebenarnya ada beberapa film lagi sih, tapi tentunya terlalu banyak kalau ditulis semuanya. Antara lain “All The President’s Men”, yang ini saya belum nonton tapi kalau tidak salah film ini bercerita tentang skandal Watergate lalu ada juga “Resurrecting The Champ” yang bercerita tentang kebohongan tak disengaja dari sebuah artikel, sedikit mirip dengan “Shattered Glass”. Yang pasti film-film ini memberikan perspektif baru pada penonton tentang profesi jurnalis yang sebenarnya merupakan pekerja kemanusiaan dengan caranya sendiri, melaporkan berita kepada masyarakat.

sumber : http://ekajazzlover.wordpress.com/2010/02/26/film-film-tentang-jurnalis/

Film yang Membuat Pria Menangis


Bukan hanya perempuan yang bisa menitikkan air mata gara-gara film menyentuh perasaan. Pria juga bisa. Ada 20 film yang bikin pria menangis. detikhot kutip dari Contact Music, dari 20 film ber-genre drama, kebanyakan bercerita seputar hubungan ayah-anak. Ada juga film yang bertemakan olahraga. Film apa saja sih yang masuk daftar?

Kevin Costner rupanya yang paling jago memancing emosi. Lewat 'Field of Dreams' tahun 1989 silam, ia membuat kaum Adam tak kuasa membendung air mata. Ceritanya berkisar seputar hubungan ayah dan anak.

Film tahun '50-an, 'Old Yeller' menyusul di peringkat dua. Bercerita tentang seorang anak laki-laki dan anjingnya, Menyusul kemudian 'Brian's Song' dari tahun '70-an.

Dua film di atas mungkin asing di telinga. Namun peringkat ke-4 diduduki film yang sering sekali diputar ulang di televisi negeri ini. Apa lagi kalau bukan aksi Mel Gibson dalam 'Braveheart'. Selain tiga besar film 'cengeng' ala pria itu masih ada 17 film lain yang tak kalah mengharukannya. Berikut daftar lengkap 10 film 'cengeng' pria.